Tenaga Ahli Menteri dan Kepala BRMP Aceh Monev Pembibitan Kopi Arabika Gayo
Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah mendapat bantuan program strategis kementerian pertanian berupa penyediaan bibit kopi arabika yang cukup besar dari APBN untuk rehabilitasi/ peremajaan kebun kopi di dua kabupaten tersebut. Salahsatu peningkatan produksi kopi gayo adalah penggunaan bahan tanam/ varietas sesuai anjuran terutama varietas yang sudah di lepas oleh kementerian pertanian.
Berdasarkan data BPS tahun 2025 Kabupaten Aceh Tengah dengan luas lahan 50.074 Ha dengan rusak berat lahan kopi seluas 11.105 ha akibat bencana hidrometeorologi akhir tahun 2025 lalu, ada lahan tertimbun longsor, jalan usahatani hancur, petani terisolir hasil panen tidak terangkut.
Sedangkan kabupaten Bener Meriah memiliki luas lahan kopi 34.522 ha sedangkan kebun kopi rusak akibat bencana alam tersebut seluas 12.638 ha.
Dr. Ir. Astu Unadi, M.Eng. Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Mekanisasi Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) di Kementerian Pertanian menyampaikan bantuan benih kopi untuk kabupaten Aceh tengah tahun 2026 ini di alokasikan 4 juta bibit seluas 2500 Ha untuk rehabilitasi lahan kopi yang terdampak bencana.
Begitu juga dengan kabupaten Bener Meriah mendapat bantuan dari kementerian pertanian melalui dirjenbun sejumlah 10,2 juta bibit seluas 6.375 ha sedangkan kabupaten Gayo lues 2.5 juta bibit kopi arabika atau setara luas lahan 1.563 ha
Harapannya semoga bibit kopi ini di rawat dengan baik dan di sertifikasi untuk di salurkan ke petani yang sangat membutuhkannya.
Direktur wilayah Aceh Firdaus, SP. M.Si sebagai kepala BBRMP Aceh menyampaikan untuk nendapatkan benih sejak awal harus melalui prosedur yang benar dari kebun sumber benih kopi yang jelas dan sudah di tetapkan oleh kementerian pertanian melalui pemulia tanaman juga harus memastikan sumber benih terdokumentasi dengan baik. Begitu juga dengan maintance pembibitan harus di lakukan dengan baik agar tidak terserang hama penyakit juga pemupukan yang tepat agar tumbuh dengan baik dan normal sampai siap di distribusikan ke petani.Harapannya penyaluran bibit kopi yang bersertifikat bisa meringankan beban petani akibat kehilangan tanaman kopi pasca bencana alam yang lalu.
Ibu Dara perwakilan dari CV DEK ADAN pemenang kontrak bibit kopi arabika di kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah terima kasih atas monitoring dan evaluasi dari Tenaga Ahli Menteri serta kepala BBRMP Aceh di beberapa lokasi pembibitan kopi, saat ini bibit kopi sudah berumur 5 bulan dengan varietas gayo 3 yang digemari petani, kami merawat sampai bibit siap salur, rencananya awal bulan juni ini kami akan mengajukan proses sertifikasi bibit ke BPSB Aceh mengingat dedline penyaluran bibit ke petani sampai bulan september nanti. ikut hadir perwakilan dari dinas perkebunan kabupaten Aceh Tengah dalam monitoring dan evaluasi tersebut (Kamis, 21 Mei 2026)